1.
Mereka kecanduan terhadap waktuSalah satu esensi dari etos kerja adalah cara
seseorang menghayati, memahami, dan merasakan betapa berharganya waktu. Satu
detik berlalu tidak mungkin dia kembali. Waktu merupakan deposito paling
berharga yang dianugrahkan Allah SWT secara gratis dan merata kepada setiap
manusia.
Bagi meraka waktu adalah kekuatan. Mereka yang
mengaibaikan waktu berarti menjadi budak kelemahanan.
Sebagai mana Firman Allah SWT
“Wal-ashri, sesungguhnya manusia pasti dalam kerugian,
kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh, saling berwasiat dalam kebaikan
dan dalam kesabaran.” (Al-ashr:1-3)
2.
Mereka memiliki moralitas yang bersih (ikhlas)
Salah satu kompetensi moral yang dimiliki seseorang
yang berbudaya kerja islami itu adalah nilai keikhlasan. Kalau dibaratkan
ikhlas itu seperti perasaan disaat kita membuang hajat besar. Kita
melepaskannya dan kita tidak pernah mengingat-ngingat apa yang telah kita
lepaskan itu.
Ikhlas itu merupakan energi batin yang akan
membentengi diri dari segala bentuk yang kotor (rizsun). Allah berfirman
“Warrujza fahjur’ dan tinggalkanlah segala bentuk yang kotor”. (Al-muddatstsir:
5)
3.
Mereka kecanduan kejujuran
Pribadi muslim adalah tipe menusia yang terkena
kecanduan kejujuran dalam keadaan apapun, dia merasa tergantung pada kejujuran.
Dia pun tergantung pada amal saleh. Dirinya seperti terkena sugesti yang kuat
untuk selalu berbuat amal saleh. Sekali dia berbuat jujur atau berbuat amal
saleh prestatif dirinya bagaikan ketagihan untuk mengulangi dan mengulanginya
lagi. Dia terpenjara dalam cintanya kepada Allah. Tidak ada kebebasan yang ia
nikmati kecuali dalam pelayanannya kepada Allah.
4.
Mereka memiliki komitmen
Komitmen adalah keyakinan yang mengikat sedemikian
kukuhnya sehingga membelenggu seluruh hati nuraninya dan kemudian menggerakkan
perilaku menuju arah tertentuyang diyakininya.
Daniel Goldmen menjelaskan “orang yang berkomitmen
adalah para warga perusahaan teladan. Ia menyebutkan ada tiga ciri orang-orang
yang berkomitmen.
Siap berkorban demi pemenuhan sasaran perusahaan yang
lebih penting
Merasakan dorongan semangat dalam misi yang lebih
besar
Menggunakan nilai-nilai kelompok daam pengembilan
keputusan dan penjabaran pilihan-pilihan.
Satu catatan yang harus kita pahami betul bahwa dalam
komitmen tergantung sebuah tekad, keyakinan, yang melahirkan bentuk vitalitas
yang penuh gairah.
5.
Istiqomah Kuat Pendirian
Pribadi muslim yang profesional dan berakhlak memiliki
sikap konsisten, yaitu kemampuan untuk bersikap taat asas, pantang menyerah,
dan mampu mempertahankan prinsip serta komitmennya walau harus berhadapan
dengan resiko yang membahayakan dirinya.
6.
Mereka kecanduan disiplin
Erat kaitannya dengan konsisten adalah sikap
berdisiplin, yaitu kemampuan untuk mengendalikan diri dengan tenang dan tetap taat
walaupun dalam situasi yang sangat menekan. Disiplin adalah masalah kebiasaan.
Disiplin tidak dibentuk dalam waktu satu-dua tahun, tapi merupakan bentukan
kebiasaan sejak kita kecil, kemudian perilaku tersebut dipertahankan pada waktu
remaja dan dihayati maknanya diwaktu dewasa dan dipetik hasilnya.
7.
Konsekuan dan berani menghadapi tantangan
Ciri lain dari pribadi muslim yang memiliki budaya
kerja adalah keberaniannya menerima konsekuaensi dan keputusannya. Bagi mereka
hidup adalah pilihan dan setiap pilihan merupakan tanggung jawab pribadinya.
8.
Mereka memiliki sikap percaya diri
Pribadi muslim yang percaya diri tampil bagaikan lampu
yang benderang. Memancarkan raut wajah yang cerah dan berkharisma. Orang yang
berada disekitarnya merasa tercerahkan, optimis, tenteram, dan muthma’innah.
Orang yang percaya dirinya umumnya memiliki sikap berani untuk menyatakan
pendapat, mampu menguasai emosinya dan mereka memiliki independensi yang sangat
kuat sehingga tidak mudah terpengaruh oleh orang lain.
9.
Mereka orang yang kreatif
Pribadi muslim yang kreatif selalu ingin mencoba
metode atau gagasan baru dan asli sehingga diharapkan hasil kinerja dapat
dilaksanakan secara efisien, tetapi efektif. Goldmen menjelaskan bahwa orang
kreatif memiliki ciri-ciri: kuatnya motivasi untuk berprestasi, komitmen,
inisiatif dan optimism.
10.
Mereka tipe orang yang bertanggung jawab
Senafas dengan kata amanah adalah iman yang terambil
dari kata amnun yang berarti keamanan atau ketenteraman, sebagai lawan kata
“khawatir, cemas dan takut. Tanggung jawab=menanggung dan member jawaban.
Dengan demikian pengertian tindakan bertanggung jaawab adalah sikap dan
tindakan seseorang di dalam menerima sesuatu sebagai amanah, dengan penuh rasa
cinta, ia ingin menunaikannya dalam bentuk pilihan-pilihan yang melahirkan amal
prestatif.
11.
Mereka bahagia karena melayani
Melayani dengan cinta, bukan karena tugas atau
pengaruh dari luar, melainkan benar-benar sebuah obsesi yang sangat mendalam
bahwa aku bahagia karena melayani.
12.
Mereka memiliki harga diri
Aparat yang profesional dan berakhlak akan berpikir
dalam format tiga dimensi, yaitu konsep diri, citra diri dan harga
diri. Konsep diri merupakan rujukan utama bagi hidup seseorang. Citra
diri adalah penilaian atas dirinya sendiri, sejauh mana perasaan terhadap
dirinya sendiri, bagaimana penilaian dirinya dihadapan orang lain, peran dan
kesan apa yang ingin ia ciptakan atau dia harapkan dari orang lain. Sedangkan
harga diri adalah penilaian menyeluruh mengenai diri sendiri, bagaimana ia
menyukai pribadinya, harga diri mempengaruhi kreativitasnya, dan bahkan apakah
ia menjadi pemimpin atau pengikut.
13.
Memiliki jiwa kepemimpinan
Memimpin berarti mengambil peran secara aktif untuk
mempengaruhi dirinya sendiri dan memberikan inspirasi teladan bagi orang lain.
Sedangkan kepemimpinan berarti kemampuan untuk mengambil posisi dan sekaligus
mengambil peran sehingga kehadairan dirinya memebrikan pengaruh pada
lingkungannya.
14.
Mereka berorientasi ke masa depan
Rasulullah bersabda dengan ungkapannya yang paling
indah, “ bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engaku akan hidup selama-lamanya
dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok”.
15.
Hidup berhemat dan efisien
Dia akan selalu berhemat karena seorang mujahid adalah
seorang pelari marathon, lintas alam, yang harus berjalan dan jarak jauh.
Karenanya, akan tampaklah dari cara hidupnya yang sangat efisien di dalam
mengelola setiap “resources” yang dimilikinya. Dia menjauhkan sikap yang tidak
produktif dan mubazir karena mubazir adalah sekutunya setan.
16.
Memiliki jiwa wiraswasta
Dia memiliki jiwa wiraswasta yang tinggi, yaitu
kesadaran dan kemampuan yang mendalam untuk melihat segala fenomena yang ada di
sekitarnya, merenung dan kemudian bergelora semangatnya untuk mewujudkan setaip
perenungan batinnya dalam bentuk yang nyata dan realistis.
17.
Memiliki insting bertanding
Semangat bertanding merupakan sisi lain dan citra
seorang muslim yang memiliki semangat jihad. Panggilan untuk bertanding dalam
segala lapangan kebajikan dan meraih prestasi, dihayatinya dengan rasa
penuh tanggung jawab.
18.
Keinginan untuk mandiri
Keyakinan akan nilai tauhid penghayatannya terhadap
ikrar iyyaka na’budu, menyebabkan setiap pribadi muslim yang memiliki semangat
jihad sebagai etos kerjanya adalah jiwa yang berbeda. Karena sesungguhnya daya
inovasi dan kreativitas hanyalah terdapat pada jiwa yang merdeka, sedangkan
jiwa yang terjajah akan terpuruk dalam penjara nafsunya sendiri, sehingga dia
tidak pernah mampu mengaktualisasikan aset, kemampuan, serta potensi ilahiahnya
yang sungguh sangat besar nilainya.
19.
Mereka kecanduan belajar dan haus ilmu
Setiap pribadi muslim diajarkan untuk mampu
membaca lingkungan mulai dari mikro (dirinya sendiri) sampai pada yang makro
(universe), bahkan memasuki ruang yang lebih hakiki yaitu metafisik, falsafah
keilmuan dengan menempatkan dirinya pada posisi sebagi subjek yang mampu
berpikir radikal, yaitu mempertanyakan, menyangsikan, dan kemudian mengambil
kesimpulan untuk memperkuat argumentasi keimananannya.
20.
Memiliki semangat perantauan
Salah satu ciri pribadi muslim yang memiliki etos
kerja adalah suatu dorongan untuk melakukan perantauan. Mereka ingin
menjelajahi hamparan bumi, memetik hikmah, mengembil pelajaran dari berbagai
peristiwa budaya manusia.
21.
Mempertahankan kesehatan dan gizi
Dia sangat memperhatikan sabda Rasulullah, saw
“Sesungguhnya jasadmu mempunyai hak atas dirimu”, yang tentu saja
konsekuansinya harus dipelihara dan diperhatikan sesuai dengan ukuran-ukuran
normative kesehatan.
22.
Tangguh dan pantang menyerah
Keuletan merupakan modal yang sangat besar di dalam
menghadapi segala tantangan dan tekanan, sebab sejarah telah banyak membuktikan
betapa banyak bangsa yang mempunyai sejarah pahit, namun akhirnya dapat keluar
dengan berbagai inovasi, kohesivitas kelompok, dan mampu memberikan prestasi
yang tinggi bagi lingkungannya.
23.
Berorientasi pada produktivitas
Seorang muslim itu seharusnya sangat menghayati makna
yang difirmankan Allah, yang dengan sangat tegas melarang sikap mubazir karena
kemubaziran itu adalah benar-banar temannya setan. Dengan penghayatan ini,
tumbuhlah sikap konsekuan dalam bentuk perilaku yang selalu mengarah pada cara
kerja yang efisien.
24.
Memperkaya jaringan silaturahmi
Bersilaturahmi berarti membuka peluang dan sekaligus
mengikat simpul-simpul informasi dan menggerakkan kehidupan. Manusia yang tidak
atau enggan berilaturahmi untuk membawa cakrawala pergaulan sosialnya atau
menutup diri dan asyik dengan dengan dirinya sendiri, pada dasarnya dia sedang
mengubur masa depannya. Dia telah mati sebelum mati.
25.
Mereka memiliki semangat perubahan
Pribadi yang memiliki etos kerja sangat sadar bahwa
tidak aka nada satu makhluk pun di muka bumi ini yang mampu mempengaruhi
dirinya kecuali dirinya sendiri! Intinya dia mampu menjadi motivasi buat
dirinya sendiri.
Sumber:
K.H. Toto Tasmara. 2002. Membudayakan Etos Kerja
Islam.Jakarta: Gema Insani Press
0Awesome Comments!